jatim

Kebakaran Hebat Hantam Pabrik Sepatu di Mojokerto, Diduga Akibat Percikan Las

Kebakaran Hebat Hantam Pabrik Sepatu di Mojokerto, Diduga Akibat Percikan Las

MOJOKERTO — Kebakaran melanda sebuah pabrik sepatu di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden yang sempat memicu kepanikan para pekerja tersebut.

Petugas gabungan mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran (PMK) serta satu unit water cannon milik Polres Mojokerto ke lokasi. Setelah berjibaku melokalisasi kobaran api, tim pemadam akhirnya berhasil menguasai situasi beberapa jam kemudian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengonfirmasi bahwa api sudah padam total sekitar pukul 13.40 WIB. Pihaknya langsung melanjutkan proses pendinginan untuk menyisir sisa-sisa potensi api.

“Api sudah bisa dikuasai, tinggal pembasahan,” ujar Rinaldi saat memberikan keterangan, Kamis (17/9/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran awal BPBD, insiden ini berawal dari aktivitas perbaikan bangunan di area atas pabrik. Saat peristiwa terjadi, seluruh buruh sedang beraktivitas normal di lantai satu.

“Di lantai dua ada kegiatan rehabilitasi atau renovasi kantor dan ada kegiatan ngelas. Percikan las ini yang dipercaya merembet ke karton di gudang,” tutur Rinaldi menjelaskan kronologi kejadian.

Gudang yang berada di bagian tengah kompleks pabrik menjadi area terdampak paling parah. Banyaknya tumpukan bahan mudah terbakar seperti kertas dan karton membuat amukan si jago merah cepat membesar.

Fokus penanganan petugas adalah mencegah api menjalar ke area pabrik lain yang menyimpan bahan-bahan kimia berbahaya. Meski beberapa karyawan sempat mengeluhkan gangguan pernapasan di awal kejadian, kondisi mereka kini dilaporkan telah membaik secara bertahap.

Insiden ini sekaligus menyingkap celah keselamatan kerja di lingkungan pabrik tersebut. Rinaldi membeberkan bahwa fasilitas tempat produksi itu belum memiliki sistem proteksi kebakaran yang memadai.

“Belum ada hydrant di pabrik,” tegas Rinaldi.

Pasca-insiden tersebut, manajemen menghentikan seluruh aktivitas operasional pabrik secara total. Seluruh pekerja telah dievakuasi keluar dari area guna mengamankan lokasi dan mempermudah penyelidikan lebih lanjut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *