
SURABAYA — Mahasiswa menyegel sejumlah akses Kampus 2 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya di kawasan Gunung Anyar, Selasa (22/9/2026). Aksi tersebut menjadi bagian dari gelombang protes mahasiswa terhadap Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki untuk periode 2026–2030.
Mahasiswa menggelar aksi setelah muncul seruan mogok kuliah. Gerakan tersebut melanjutkan rangkaian protes yang sebelumnya berlangsung di Kampus 1 UINSA, Jalan Ahmad Yani.
Berdasarkan pantauan di Kampus 2 Gunung Anyar, mahasiswa tidak mengikuti kegiatan Intensif Bahasa Arab dan Intensif Bahasa Inggris (IBA-IBI) yang berlangsung pada pukul 06.00–07.30 WIB.
Area parkir kendaraan dan akses lift gedung yang biasanya ramai mahasiswa juga tampak lengang. Kondisi tersebut berbeda dari aktivitas pagi pada hari-hari sebelumnya.
“Kenapa ya hari ini para maba tidak hadir? Biasanya jam segini sudah ramai parkiran sama liftnya,” ujar seorang petugas kebersihan yang berjaga di lokasi.
Informasi mengenai rencana mogok kuliah mulai beredar di kalangan mahasiswa sejak Senin (21/9/2026). Mahasiswa kemudian meningkatkan aksi dengan menyegel sejumlah fasilitas kampus dan memblokade akses utama Kampus 2 Gunung Anyar.
Massa menutup akses gerbang depan dan belakang kampus. Mereka juga memasang sejumlah tulisan tuntutan. Salah satu tulisan berbunyi “DISEGEL SAMPAI MR. MUZAKKI TURUN” dengan tagar #TOLAK2TH.
Mahasiswa menyatakan aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki. Mereka juga menuntut pihak rektorat memberikan penjelasan mengenai sejumlah persoalan yang mereka soroti.
Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (F) mengatakan mahasiswa menyegel Kampus 2 setelah muncul informasi mengenai agenda pertemuan sejumlah guru besar di lokasi tersebut.
“Kemarin ada surat edaran rapat lantai 3 Fahum bersama guru besar. Makanya kami menyegel Kampus 2 sebagai bukti bahwa mahasiswa serius dengan masalah ini,” ujar F.
Mahasiswa lainnya, B, mengatakan mereka ingin aksi penyegelan mendapat perhatian publik dan media. Menurutnya, mahasiswa ingin membawa persoalan tersebut ke ruang publik yang lebih luas.
“Target dari penyegelan ini untuk mendapatkan atensi dari media. Kami ingin kasus ini mendapat perhatian lebih luas,” ujar B.
B juga mengatakan mahasiswa menginginkan penghentian kegiatan perkuliahan selama pihak rektorat belum memberikan respons terhadap tuntutan mereka.
Namun, sejumlah mahasiswa lain menyampaikan keberatan karena aksi tersebut mengganggu kegiatan akademik. Mereka juga menilai informasi mengenai penyegelan Kampus 2 muncul secara mendadak.
F mengakui mahasiswa menerima informasi mengenai rencana penyegelan dalam waktu singkat. Menurutnya, edaran terkait aksi tersebut beredar pada tengah malam sebelum mahasiswa menyegel kampus.
Mahasiswa berharap jajaran rektorat UINSA segera memberikan penjelasan mengenai berbagai tuntutan yang mereka sampaikan. Mereka juga meminta pihak rektorat merespons persoalan internal kampus, termasuk tuntutan yang mereka sebut sebagai 1+7.
Aksi mahasiswa di Kampus 2 Gunung Anyar menambah rangkaian protes terhadap kepemimpinan Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki. Sebelumnya, mahasiswa juga menyegel Kampus 1 UINSA di Jalan Ahmad Yani sebagai bagian dari gerakan protes.





