SURABAYA — Kebakaran melanda sebuah bengkel body repair di Jalan Siwalankerto Nomor 195, Kota Surabaya, Senin (21/9/2026) pagi. Sebanyak tiga mobil mengalami kerusakan berat hingga hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Dua unit Toyota Innova dilaporkan habis terbakar, sementara satu unit Daihatsu Sigra mengalami kerusakan lebih dari separuh bagian kendaraan.
Selain tiga mobil tersebut, dua kendaraan lain yang berada di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan ringan. Bagian bodi kedua mobil tersebut meleleh akibat terkena panas api.
Sementara itu, dua mobil lainnya yang turut berada di dalam bengkel dilaporkan tidak terdampak kebakaran.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, mengatakan terdapat total 10 unit mobil yang sedang menjalani perbaikan ketika kebakaran terjadi.
Menurutnya, informasi awal dari karyawan menyebut api berasal dari area belakang bengkel yang terdapat tumpukan sampah. Namun, petugas belum dapat memastikan sumber awal kebakaran.
“Belum tahu, belum bisa memastikan. Bisa jadi dari mobil sendiri,” ujar Rokhim di lokasi setelah proses pembasahan selesai, Senin (21/9/2026).
Rokhim menjelaskan, kobaran api justru membesar pada dua unit mobil Innova yang berada di dalam area bengkel.
Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 09.12 WIB. Api utama berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian. Proses pembasahan dan penanganan di lokasi selanjutnya dinyatakan selesai sekitar pukul 10.15 WIB.
Polisi Dalami Sumber Api
Kapolsek Wonocolo Kompol Haryoko Widhi mengatakan, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran.
Ia menyebut, area lahan kering di belakang bengkel tersebut terdapat tumpukan sparepart yang sudah tidak digunakan.
“Berdasarkan keterangan salah satu karyawan, sumber kebakaran titik api dari lahan kering belakang bengkel membesar dan membakar sebagian bengkel pengecatan mobil,” kata Haryoko saat ditemui di lokasi.
Sementara itu, Mahrus, salah seorang karyawan yang pertama kali mengetahui adanya kebakaran, mengatakan api sudah dalam kondisi cukup besar ketika dirinya melihatnya.
Mahrus mengaku tiba di bengkel sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah berganti pakaian dan menyiapkan peralatan kerja, ia menuju bagian belakang bengkel dan melihat kobaran api.
“Saya baru datang sekitar jam 9 pagi, sempat ganti baju, menata mengeluarkan alat-alat lalu ke belakang terlihat api sudah sangat membesar, pintunya terbuka ke lahan belakang,” ujar Mahrus.
Setelah mengetahui adanya kebakaran, Mahrus berupaya menyelamatkan kendaraan yang berada di dalam bengkel dengan mengeluarkannya secara bergantian.
Namun, upaya tersebut tidak dapat dilakukan terhadap seluruh kendaraan karena kobaran api sudah semakin besar.
“Ada tujuh mobil di dalam yang tidak bisa dikeluarkan karena api sudah membesar,” ungkapnya.
Mahrus mengatakan, dari kendaraan yang berada di lokasi, tiga unit mengalami kerusakan berat hingga hangus terbakar. Dua kendaraan lainnya masih dapat diperbaiki karena hanya mengalami kerusakan pada bagian bodi akibat panas, sedangkan dua unit lainnya tidak terdampak kebakaran.





