Uncategorized

Aksi Maling SDN Kenjeran Berujung Manjat Pohon, Bukan Pulang Lewat Pintu

Diperbarui 11 September 2026

Aksi Maling SDN Kenjeran Berujung Manjat Pohon, Bukan Pulang Lewat Pintu
Personel Polsek Kenjeran mengamankan pelaku dan barang bukti pembobolan SDN Kompleks II Kenjeran. foto : memorandum.disway.id

Polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam pembobolan SDN Kompleks Kenjeran II, Jalan Wiratno, Surabaya, pada Rabu, 9 September 2026.

Salah satu terduga pelaku ditangkap ketika bersembunyi di atas pohon saat diduga berupaya melarikan diri. Kedua terduga pelaku diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Kenjeran. Mereka berinisial AA (21), perempuan asal Manukan Lor, serta KW (15), warga Tandes yang masih berstatus sebagai anak yang berhadapan dengan hukum. Dalam aksinya, keduanya diduga mencuri uang tunai senilai Rp8.805.500 serta sebuah pacing pad dari lingkungan sekolah.

Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto melalui Kasi Humas Iptu Suroto menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah seorang saksi memantau kamera pengawas sekolah menggunakan telepon seluler. Saksi kemudian curiga karena CCTV sekolah mendadak mengalami gangguan dan tidak dapat berfungsi seperti biasa. Atas kecurigaan tersebut, saksi meminta suaminya untuk mengecek kondisi sekolah secara langsung.

Sesampainya di lokasi, suami saksi melihat adanya orang yang tidak dikenal di dalam area sekolah. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada Polsek Kenjeran. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan penyisiran di sekitar sekolah. Dalam proses tersebut, polisi menemukan AA bersembunyi di atas pohon dan diduga hendak kabur. Sementara itu, KW ditemukan sedang menunggu di luar pagar sekolah. “Ketika anggota tiba di lokasi, salah satu pelaku berinisial AA berada di atas pohon dan diduga hendak melarikan diri.

Sementara KW menunggu di luar pagar sekolah,” ujar Iptu Suroto, Kamis, 10 September 2026. Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua terduga pelaku diduga masuk ke area sekolah dengan memanjat pagar. Mereka kemudian turun melalui pohon untuk masuk ke bagian dalam kompleks sekolah. Setelah berhasil masuk, keduanya menuju ruang guru dan ruang tata usaha.

Kedua ruangan tersebut diduga menjadi target karena terdapat uang serta sejumlah barang di dalamnya. Untuk dapat masuk ke ruangan, keduanya diduga merusak teralis jendela dan pintu menggunakan obeng.

“Mereka merusak teralis jendela dan pintu menggunakan obeng,” jelas Suroto. Polisi kemudian membawa kedua terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan awal, keduanya juga mengaku pernah melakukan aksi serupa di SDN Barata Jaya dan SDN Sumberrejo II. Polisi masih mendalami pengakuan tersebut guna memastikan apakah keduanya juga terlibat dalam kasus pembobolan sekolah lainnya. “Kami masih mengembangkan kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lainnya. Berdasarkan pengakuan sementara, mereka memang menyasar sekolah,” pungkas Suroto.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *